Selasa, 25 Desember 2012

DAUN DILL / ENDER


Nama umum
Indonesia:
Adas manis, adas china, adas sowa
Inggris:
Dill, indian dill
Vietnam:
Thia la
Thailand:
Thiam khao pluak
Cina:
Chou qian hu, ou zhou shi luo, shi luo
Jepang:
Inondo
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Apiales
Famili: 
Apiaceae
Genus: 
Anethum
Spesies: Anethum graveolens L.

Mungkin daun ini tidak termasuk rempah asli Indonesia. Daun ini lebih sering ditemukan pada resep-resep masakan Mediterania. Tak ada salahnya kita berkenalan dengan daun yang satu ini, sebab selain memiliki aroma khas yang enak, ia juga memiliki berbagai khasiat yang baik bagi tubuh.
Daun dill mengandung senyawa monoterpenes, flavanoid, mineral, dan asam amino yang bisa menyehatkan pencernaan. Selain itu, minyak esensialnya juga bisa menenangkan pikiran dan membuat kita terhindar dari insomnia. Sementara, aroma khasnya bisa jadi pengharum napas alami.
Daun adas sowa atau daun ender berkhasiat untuk penekan batuk, ekspektoran, anti mual, nyeri dada, perut, lambung, kembung. Dimasak sebagai sayuran pada waktu makan besar.


 
Tanaman Adas (Foeniculum vul-gare Mill.) adalah tanaman herba tahunan dari familii Umbelliferae dan genus Foeniculum. Tanaman ini berasal dari Eropa Selatan dan daerah Mediterania, yang ke-mudian menyebar cukup luas di berbagai negara seperti Cina, Meksiko, India, Itali, Indian, dan termasuk negara Indonesia. Genus Foeniculum mempunyai tiga spesies yaitu F. vulgare (adas), F. azoricum (adas bunga di-gunakan sebagai sayuran) dan F. dulce (adas manis digunakan juga sebagai sayuran). F. vulgare mempunyai sub spesies yaitu F. fulgare var. dulce dan F. vulgare var. vulgare. Di Indonesia dikenal dua jenis adas yang termasuk ke dalam famili Umbelliferae, yaitu adas (F. vulgare Mill.) dan adas sowa (Anetum graveolens Linn.) Kedua jenis ini telah banyak dibudidayakan di Indonesia, ter-utama adas (F. vulgare Mill.) Sedangkan A. graveolens Linn lebih banyak dibudidayakan di daerah dataran rendah dan daunnya dimakan sebagai lalap.

Selain sebagai bumbu masak, tanaman adas mempunyai banyak kegunaan mulai dari akar, daun, batang dan bijinya. Daun adas digunakan sebagai di-uretik (pelancar air seni) dan me-macu pengeluaran keringat. Akar-nya berkhasiat sebagai obat batuk, pencuci perut dan sakit perut se-habis melahirkan. Tanaman muda digunakan juga sebagai obat gang-guan saluran pernapasan dan dari ekstrak buah adas dapat digunakan untuk mengobati mulas. Mengingat kegunaannya sebagai tanaman obat, maka tanaman adas merupakan salah satu tanaman yang mempunyai peranan penting dalam industri obat tradisional di Indone-sia.

Deskripsi Tanaman Adas
Tanaman dicirikan dengan bentuk herba tahunan, tingga tanaman dapat mencapai 1 - 2 m dengan percabangan yang banyak, batang beralur. Daun berbagi menyirip, berbentuk bulat telur sampai segi tiga dengan panjang 3 dm, bunga ber-warna kuning membentuk kumpulan payung yang besar. Dalam satu payung besar terdapat 15 - 40 payung kecil, dengan panjang tangkai payung 1 - 6 cm. Bunga ber-bentuk oblong dengan panjang 3,5 - 4 mm. Dalam masing-masing biji terdapat tabung minyak yang letak-nya berselang-seling. Pada waktu muda biji adas bewarna hijau ke-mudian kuning kehijauan, dan ku-ning kecokelatan pada saat panen. 

Kandungan bahan aktif 

Kandungan atsiri adas bervariasi antara 0,6 - 6%. Buah yang terletak di tengah-tengah payung umumnya mengandung minyak atsiri yang lebih tinggi dan baunya lebih tajam dibandingkan dengan buah yang terletak di bagian lain. Iklim dan waktu panen sangat menentukan kandungan minyak atsiri.
Minyak atsiri yang paling utama dari varietas dulce mengandung anethol (50 - 80%), limonene (5%), fenchone (5%), estragol (methyl-chavicol), safrol, alpha-pinene (0,5%), camphene, beta-pinene, beta-myrcene dan p-cymen. Sebalik-nya varietas vulgare tidak dibudi-dayakan, kadang-kadang mengandung lebih banyak minyak atsiri, tetapi karena dicirikan oleh fen-chone yang pahit (12 - 22%) sehing-ga harganya lebih murah dari varietas dulce
.




Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis
Buah : buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung. Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil). KANDUNGAN KIMIA : Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 - 6%, mengandung 50 - 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin). Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : 1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan. 2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus). 3. Menghilangkan dingin dan dahak. 4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan. 5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, ditemukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal. 
Bagian yang digunakan :
Buah masak (Xiaohuixiang, hui-hsiang). Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.

Kegunaan :
Buah bermanfaat untuk mengatasi :
a. sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual,
   muntah, diare,
b. sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan,
c. batuk berdahak, sesak napas (asma),
d. haid: nyeri haid, haid tidak teratur,
e. air susu ibu (ASI) sedikit,

Daun berkhasiat mengatasi :
a. batuk,
b. perut kembung, koilk,
c. rasa haus, dan
d. meningkatkan penglihatan.

Cara Pemakaian :
Buah adas sebanyak 3 - 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum.
Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka.
Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.
Contoh Pemakaian : 
a. Batuk
 Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kalisehari, sampai sembuh.
b. Sesak napas
Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendokmakan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari,sampai sembuh.
c. Sariawan
Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam,daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari,rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicucidan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbusdengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelahdingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup3/4 gelas.

d. Haid tidak teratur
Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam,jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari,bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batusebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampaitersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari,masing-masing 3/4 gelas. Keracunan tumbuhan obat atau jamur.

Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g, lalu seduh dengansetengah cangkir arak. Minum selagi hangat.

Sumber : http://e-reunian.blogspot.com/2009/04/manfaat-tanaman-adas-foeniculum-vulgare.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar