Jumat, 20 September 2013

SAFRAN



Saffron, nama ini mungkin terdengar asing di telinga Anda. Saffron adalah salah satu bumbu dapur khas Timur Tengah dan India yang biasa digunakan untuk memasak kare, nasi kuning, paela dan masakan khas timur tengah lainnya.


Saffron telah dibudidayakan sejak 3000 tahun yang lalu. Sebagian besar bunga saffron ditanam di wilayah Mediterania hingga ke timur wilayah Kashmir. Setiap tahunnya, para petani dapat menghasilkan sekitar 300 ton saffron dari seluruh dunia.


Saffron berasal dari bunga crocus sativu yakni bagian tangkai putiknya. Karena jumlah putiknya sedikit maka jangan heran bila saffron menjadi salah satu bumbu dapur termahal di dunia. Diperkirakan harga 1 kg saffroon bisa mencapai 10 juta rupiah. Harga yang fantastis untuk ukuran bumbu dapur.

 




Bunga saffron ber warna ungu dan hanya memiliki 3 tangkai putik dalam 1 bunga. Tangkai putiknya memiliki tekstur yang halus seperti benang berukuran 2 – 4 cm. Putik bunga saffron berwarna oranye terang seperti kunyit.


Bunga saffron akan tumbuh subur jika mendapat aliran air yang cukup. Ditanam di tanah yang gembur dan memilliki kemiringan tertentu sehingga banyak terkena sinar matahari.


Tangkai saffron yang sifatnya mudah kering membuat bumbu dapur yang satu ini harus di simpan di dalam wadah tertutup dan kedap udara. 

 

  



Kandungan Nutrisi Saffron

Meski bercita rasa pahit, namun saffron dapat membuat aroma masakan Anda menjadi lebih harum dan legit. Rasa pahit tersebut akan memudar ketika saffron mulai dicampur ke dalam bahan makanan.


Saffon mengandung pewarna alami crocin, salah satu karotenoid yang membuat masakan menjadi kuning keemasan. Karotenoid merupakan sumber terbaik vitamin A yang baik untuk membantu kesehatan mata dengan memperbaiki sel batang dan sel kerucut pada retina. Selain itu, hasil penelitian menemukan bahwa karotenoid juga mencegah penurunan kemampuan kognitif akibat usia.


Saffron mengandung berbagai nutrisi penting lainnya seperti, lemak tak jenuh), protein, karbohidrat, kalium, vitamin C, thiamin dan juga riboflavin.


Dunia pengobatan modern menemukan bahwa zat-zat yang dikandung saffron seperti karotenoid dan safranal (kandungan minyak saffron) dapat menangkal radikal bebas penyebab sel kanker, zat pencegah mutasi gen (antimutagenic), immunomodulating, serta zat antioksidan. Orang Persia banyak yang menggunakan saffron sebagai aprodisiac food (zat penambah gairah).


Sayangnya, di Indonesia saffron masih belum banyak digunakan karena harganya yang mahal dan di beberapa daerah masih sulit didapat.


Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kita juga punya bumbu khas Indonesia yang memiliki manfaat serupa dan bisa didapatkan dengan harga yang jauh lebih murah, yaitu kunyit.


Well, tak ada saffron kunyit pun jadi. (dan)